Malam selalu punya cerita. Dan ada satu malam, di akhir September 1965, yang ceritanya diubah menjadi sebuah gospel kebangsaan, sebuah kredo yang diwajibkan untuk diimani selama lebih dari tiga dekade. Cerita itu sederhana, hitam-putih, dan brutal: Partai Komunis Indonesia (PKI), sang antagonis paripurna, melakukan kudeta keji, membunuh para jenderal, dan hendak mengubah haluan negara. Lalu datanglah sang pahlawan, Mayor Jenderal Soeharto, yang menumpas pemberontakan itu dan menyelamatkan bangsa. Sebuah dongeng yang sempurna. Tapi sejarah, seperti juga kehidupan, jarang sekali sesederhana dongeng. Sejarah ditulis oleh para pemenang, dan di bawah gemerlap narasi kemenangan itu, selalu ada bisik-bisik, ada pertanyaan-pertanyaan yang menolak untuk mati. Pertanyaan itu sederhana saja: benarkah demikian? Benarkah PKI adalah dalang tunggal dari sebuah skenario yang begitu rapi? Atau, adakah cerita lain yang sengaja dikubur di bawah tumpukan mayat dan infrastruktur ketakutan yang dibangun set...
"Hanya Sebuah Tulisan Dari Sudut Pandang Yang Terlewatkan"