Doa Sederhana di Hari Lahirmu
Untuk kekasih ku, Nadha Khoirina, di bawah langit yang sama. Di kota yang terus bergegas ini, di mana waktu mengalir seperti sungai yang tak pernah bersedia untuk tidur, ada satu hari di mana aku selalu ingin menghentikan segalanya sejenak. Hari ini, udara berembus dengan cara yang berbeda. Ada semacam rahasia yang dibisikkan angin kepada dedaunan yang gemetar di ujung ranting, tentang sebuah perayaan yang tak kasat mata namun menggetarkan dada. Nadha, hari ini harap demi harap dilangitkan kembali, merobek awan-awan yang paling murung, dan semoga demi semoga diucapkan dengan lantang oleh semua penduduk bumi yang menyayangimu. Seolah-olah, hari ini, seluruh semesta sedang berkonspirasi untuk mengukir senyum di wajahmu. Aku sering merenung, di antara miliaran cerita manusia yang berlalu-lalang di bumi yang lelah ini, bagaimana mungkin garis nasib kita bisa bersinggungan? Jawabannya selalu sama: engkau terlahir sebagai manusia yang ceritanya dirangkai dengan sangat hebat, dengan begitu te...